PPID Balai Penelitian Palma Manado

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penelitian Palma Manado

Hari Pertama COGENT Meeting: Balit Palma Paparkan Status Terkini Koleksi Plasma Nutfah International (International Coconut Genebank for South East and East Asia)




Organisasi kelapa International (ICC) bersama COGENT menggelar pertemuan selama tiga hari, 13-15 Oktober 2021. Kegiatan bertajuk “ICC COGENT Steering Committee Meeting” ini diawali dengan sambutan oleh Eksekutif Direktur ICC Dr. Jelfina Alouw, Dr. Irene Kernot mewakili ACIAR dan Dr. Jean Marc selaku Cirad Regional Director. Pada even yang dihadiri oleh 40 pakar kelapa perwakilan dari negara penghasil kelapa dunia ini, juga diperkenalkan Koordinator Cogent yang baru Dr. Erlene Manohar yang sebelumnya berkarya sebagai peneliti kelapa di Philipine Coconut Authority.
Hari pertama, 13/10/2021, perwakilan dari host country ICG dari Cote d’Ivoire, Brazil, India, Indonesia dan Papua New Guinea memaparkan secara lengkap status plasma nutfah kelapa. Khusus untuk koleksi plasma nutfah di Asia Tenggara atau ICG-SEA disampaikan oleh Tim Balit Palma Meity A. Tulalo, SP, MP peneliti Pemuliaan bersama Kepala Balit Palma Dr. Steivie Karouw dan Prof. Dr. Hengky Novarianto. Negara di Asia Tenggara yang tergabung pada ICG-SEA, yaitu Indonesia, China, Myanmar, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Indonesia menjadi negara yang dipilih sebagai lokasi koleksi plasma nutfah di Asia Tenggara.


Balit Palma patut berbangga, karena menjadi Institusi yang dipercaya mengelola koleksi plasma nutfah kelapa internasional yang terletak di kebun Paniki dan Pandu.

 

Materi lain yang tak kalah menarik, yaitu management database yang sangat diperlukan untuk menyimpan data karakteristik kelapa. Capacity Building menjadi salah satu program untuk konservasi plasma nutfah. Pada sesi diskusi, Peneliti Ahli Utama Balit Palma, Prof, Dr. Hengky Novarianto menyampaikan saran program yang sangat penting untuk dilakukan, antara lain pertukaran plasma nutfah antar negara anggota khususnya di Asia Tenggara. Saat berdirinya Cogent, ditargetkan sebanyak 200 aksesi dapat dikoleksi di masing-masing area. Kerja sama antar negara anggota menjadi kunci suksesnya program COGENT ke depan.

Salam kelapa dari Manado untuk Indonesia dan dunia.